• ILMU, SENI DAN AGAMA

    "dEn9An iLmU.. kEhIDupaN meNjAdi MuDaH dEN9aN sEni KeHidUpAn MeNJaDi inDaH Dn dEn9aN A9amA.. HiDuP mEnJadi TeRaRaH dN bErMaKnA.."
  • Desember 2018
    S S R K J S M
    « Sep    
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Arsip

  • Kategori

  • KEBAHAGIAAN HIDUP

    Dengan selalu ingat pada ALLOH hati kita akan tentram dan tenang.Kebahagiaan seseorang terletak pada kepandaiannya dalam memanage qolbunya. Siapa yang pandai untuk selalu ingat akan Sang Pencipta maka didunianya akan bahagia dan diakheratnya akan lebih mulya.
  • Meta

  • Laman

  • KEJUJURAN MEMBAWA BERKAH

    Dengan Kejujuran.. seseorang akan memperoleh beberapa kebaikan yang akan menuntunnya berada ditengahnya SURGA. SEBALIKNYA...dengan DUSTA.. seseorang akan mendapatkan kejelekan-kejelekan yang akan menyeretnya ke jurang NERAKA. JUJURLAH... kepada siapapun, lebih-lebih terhadap Diri Sendiri.
  • Iklan

Orang Tua/Anak

Tips Membimbing Aktivitas Online Anak

Ada cara cerdas yang bisa dilakukan tanpa harus memata-matai buah hati saat online.

Penggunaan internet saat ini memang sudah merata ke semua lapisan usia termasuk anak-anak. Mereka bisa belajar banyak hal melalui internet yang tidak didapatkannya di sekolah.

Dampak positif internet pada pengetahuan anak cukup besar, tetapi dampak negatifnya pun juga sama besar. Sebagai orang tua, Anda tentu harus melakukan pengawasan untuk meredam dampak negatif dari internet. Salah satu caranya adalah dengan mengawasinya saat sedang berseluncur di dunia maya.

Terkadang rasa penasaran sering muncul, dan Anda pun berusaha mengetahui password e-mail anak Anda. Jika anak mengetahuinya, hal tersebut bisa menjadi konflik. Hal tersebut sebenarnya tidak perlu Anda lakukan. Ada cara lain, yang bisa dilakukan tanpa harus memata-matai buah hati. Berikut caranya:

1. Bekali anak dengan ilmu agama yang kuat. dengan modal keimanan, ketaqwaan dan faham agama dia akan takut dengan pelanggaran yang mengakibatkan dosa, sehingga tidak berani membuka situs yang negatif.

2. Beritahukan pada anak Anda dampak positif dan negatif dari internet. Usahakan untuk menyediakan internet di rumah, dengan begitu ia mudah diawasi dalam penggunaan internet dibandingkan jika ia ke warnet.

3. Saat anak mulai bersikap aneh, menjadi pendiam atau sering terlibat konflik tidak ada salahnya untuk memeriksa isi emailnya. Ingatlah hal itu bisa dilakukan jika Anda mulai curiga bukan untuk dilakukan setiap saat.

4. Jangan meletakkan komputer dalam kamar anak, karena akan sulit diawasi. Letakkan di ruangan yang banyak orang melewatinya dan tidak menghadapa tembok. Dengan begitu, siapapun bisa melihat layar komputer.

5. Beritahukan situs-situs seru yang cocok dengan usianya. Dengan begitu ia tidak mencari situs sendiri yang bisa saja masuk dalam situs dewasa. Anda juga bisa memblokir situs-situs yang tidak berbahaya baginya.

6. Terapkan disiplin waktu penggunaan internet. Jangan biarkan jika anak Anak bermain internet selama berjam-jam.

Mendidik Remaja Cara Islami

Thursday, 17 September 2009

Dan tidak sedikit pula para remaja, merasa kurang bahwa orang tuanya tidak mau mengerti perasaannya, tidak mengindahkan kebutuhannnya dan lain sebagainya. Sehingga mereka menjadi bingung, cemas dan gelisah dengan demikian tidak mampu menghadapi persoalan hidup sebagai seorang remaja. Dalam suasana kecemasan dan kegelisahan itulah mereka mudah terkena pengaruh yang tidak baik dari luar, maka mereka menjadi frustasi dan fatal akibatnya kalau tidak cepat ditanggulangi.

Apalagi kalau kita lihat sekarang ini, makin banyak kenyataan hidup yang tidak menyenangkan terutama dalam masyarakat maju dan modern ini, dimana agama tidak lagi diindahkan, mungkin akibat teknologi modern yang tidak disertai dengan agama, sehingga dengan keadaan itu mendorong orang untuk berbuat dan menghargai sesuatu yang tidak ada manfaatnya.

Keluarga dan rumah, merupakan pelabuhan yang aman dan tambatan yang kokoh bagi setiap anggota keluarga, terutama remaja. Ayah, ibu dan anak-anak adalah suatu basis dimana secara teratur dan harmonis seluruh keluarga berkumpul untuk berkomunikasi dan berbincang-bincang baik dalam hal yang menggembirakan ataupun ketika sedang menghadapi kesulitan.

Keluarga adalah merupakan kesatuan daripada masyarakat kecil, yang mempunyai motivasi dan tujuan hidup tertentu, dimana ayah, ibu dan anak-anak mempunyai fungsi dan tanggung jawab saling mengisi, baik eksistensi ataupun keselamatan dari persekutuan hidup itu.

Dalam ajaran Islam, cara mendidik anak yang diajarkan Allah SWT kepada anak terdapat dalam Al-Qur’an surat Luqman ayat 13 s/d 19 yang dapat kita simpulkan sebagai berikut :

1. Menanamkan jiwa tauhid.

2. Menghargai dan menghormati orang tua.

3. Memelihara dan memperlakukan orang tua dengan baik.

4. Kejujuran, bahwa tidak ada satupun yang dapat disembunyikan dihadapan Allah SWT.

5. Supaya mendirikan sholat dan ibadah lain.

6. Mengajak kepada perbuatan baik dan mencegah perbuatan munkar.

7. Supaya bersabar.

8. Melarang keangkuhan dan kesombongan dalam pergaulan.

9. Sederhana dalam sikap, berjalan dan berbicara.

Oleh karena itu pembinaan generasi harus dimulai dari sedini mungkin,
dengan demikian kita menciptakan insan pembangunan, yang kreatif, produktif dan taqwa kepada Allah SWT, yang mampu tanding ke gelanggang walau seorang untuk membela bangsa, negara, dan agama.

Saat Mengendalikan Emosi

Rabu, 16 September 2009
Untuk sementara, biarkan si kecil meluapkan emosinya dengan berbagai cara. Mungkin teriak-teriak, marah-marah, melemparkan barang-barang atau menangis. Namun jangan membuatnya merasa bahwa ia benar. Taruh tangan anda didada untuk menyatakan rasa tidak simpatik anda terhadap perilakunya.Setelah ia reda, ajaklah bicara dengan baik. Tanyakan terlebih dahulu, apa yang membuatnya marah. Lalu bicarakan padanya baik-baik, bahwa anda bisa memberikannya solusi.

Setelah ia tenang, berikan pelukan hangat dan kata-kata mesra bahwa anda bangga karena ia telah berhasil mengendalikan dirinya. Dalam sikapnya yang tenang, bicaralah dari hati ke hati bahwa anda menginginkan dia untuk lebih bisa menahan kemarahan karena hal itu lebih baik untuk di kemudian hari.

Biasakan Anak Untuk Sholat

Rabu, 10 Agustus 2009

290809_par_sholat-1 Seharusnya keluarga juga mementingkan pendidikan moral sebagai landasan utama hidup kedepannya. Tidak hanya memanggil dan mambayar guru privat agar nilai sekolah bagus, tapi tidak ada salahnya juga memanggil mubalegh dan mubalighot untuk mendidik agama. Salah satu contoh nyata pendidikan agama anak sejak dini adalah memulai dan membiasakan sholat pada anak-anak kita.

Dari Jaddid, berkata dia: Bersabda Nabi SAW: “Perintahlah kalian pada anak kecil dengan sholat ketika telah berumur 7 tahun. Dan ketika telah berumur 10 tahun maka memukullah pada anak karena meninggalkan sholat”

Nabi memerintahkan kepada umat muslim agar membiasakan anak mereka untuk mengerjakan sholat 5 waktu ketika berumur 7 tahun. Dan jika setelah sampai umur 10 tahun anak tersebut belum mau juga untuk mengerjakan sholat 5 waktu, maka orang tua agar mengingatkan anak dengan cara memberi pukulan yang mendidik, bukan dengan pukulan-pukulan keras yang malah membuat anak trauma.

Dari hadits ini dapat kita lihat bagaimana wajibnya mengerjakan sholat 5 waktu. Bahkan anak umur 10 tahun (yang biasanya belum baligh) sudah diperintahkan untuk dipukul jika meninggalkan sholat. Untuk anak kita yang masih balita tidak ada salahnya selalu diajak sholat saat orang tuanya akan menunaikan kewajiban sholat. Meski anak kita belum bisa membaca doa sholat dan melakuakn gerakan sholat dengan benar, namun hal itu cukup membantu menanamakan blueprint pentingnya kewajiaban melaksanakan ibadah kepada Alloh. Sudahkan Anda mengajari dan membiasakan anak Anda sholat sejak dini?

Nyambung Dengan Anak

Saturday, 20 July 2009
Taukah anda bahwa anak lebih mudah mengutarakan sesuatu pada orangtua, jika mereka cukup menjadi pendengar yang baik saja. Malahan si kecil akan merasa didengarkan dengan seksama ketika anda hanya berucap, “o, gitu” atau malah “hmmm…” saja.Karena apa? Si kecil tidak terlalu suka ketika bicaranya dipotong. Ia merespon siapapun yang mendengarkan ia mengoceh dengan maksud maupun tanpa maksud. Karenanya jangan sekali-kali memotong ucapannya dengan mengatakan “Apa sih yang mau kamu bicarakan?”. Ada dua hal yang akan dilakukannya, meninggalkan anda untuk mencari lawan bicara dan diam seribu bahasa.

Untuk itu, tahan kegemasan anda yang melihatnya bicara tak kunjung selesai. Biarkan ia menyelesaikan semua ucapannya meski anda tak mengerti. Setelah selesai, barulah pasang wajah yang gembira, bukannya malah pasang wajah bingung lalu serasa tidak tertarik dengan ucapan si kecil. Ingat, bu. Ia pun merasakan jika tidak dipedulikan, bahkan kepada orangtuanya sendiri.

Mengasuh Anak dengan Baik

Saturday, 20 June 2009
Tetapi setelah anaknya bermasalah barulah mereka sadar telah membuang waktu untuk belajar. Itupun untung jika masih sadar. Banyak yang tidak menyadarinya sampai tua.Kebanyakan orangtua sekarang lebih mampu mengelola anaknya ketimbang mengasuh atau mendidiknya. Mengelola adalah kegiatan yang dilakukan dengan pikiran logis. Contohnya menyelesaikan pekerjaan rumah, mengikutkan anak les musik / balet / pelajaran, mengingatkan anak untuk makan, mandi dan tidur. Intinya tentang bagaimana membantu mereka melakukan apa yang ingin mereka lakukan dan menjadi apapun yang mereka inginkan yang sesuai dengan keinginan kita. Kita memperlakukan anak-anak seperti karyawan di kantor yang perlu dikontrol dan diawasi dengan seperangkat aturan.

Apakah dengan cara mengelola seperti itu sudah layak dan cukup disebut mengasuh dan mendidik? Pengasuhan merupakan kegiatan yang kita lakukan dengan pikiran dan juga perasaan. Hal tersebut meliputi memberi pelukan yang cukup banyak, memberi pujian dan menyemangati ketika anak-anak tertekan, memberikan kehangatan untuk menentramkan mereka dan memberikan mereka waktu berkualitas. Selain itu yang tak kalah pentingnya adalah mengetahui siapa mereka dan membantunya menjadi seperti apa yang ada dalam dirinya. Bukan menjadikan mereka seperti apa yang kita inginkan.

Analogi yang paling buruk tentang pengasuhan anak adalah yang mengibaratkan anak seperti gumpalan tanah liat dan orangtua adalah pematungnya. Hal ini menggambarkan bahwa anak berada dalam pihak yang pasif dan tak berdaya sama sekali. Anak diposisikan tidak memberikan kontribusi dalam proses tumbuh kembangnya. Hal ini pada akhirnya gagal dan sangat merugikan perkembangan anak itu sendiri.

Analogi yang lebih baik adalah analogi bibit tanaman. Pohon kecil yang ditanam di taman semuanya mirip. Tapi ternyata mereka semua berbeda. Ada pohon pinus, pohon apel dan pohon mangga. Kita tidak membentuk mereka melainkan merawatnya sesuai dengan karakteristik yang telah ada.

Kita perlu mencari tahu pohon jenis apa. Setelah itu mempelajari apa yang mereka perlukan dan menyediakan apa yang diperlukan tersebut. Mungkin pupuk yang sesuai dan pasokan air yang memadai sesuai dengan semua sifatnya agar mencapai pertumbuhan optimal.

Dalam hal ini mengelola, membentuk, mengarahkan dan mengajari mendapatkan porsi. Mengasuh dan mendidik adalah selubung yang melingkupi semua hal tersebut. Mengasuh dan mendidik memerlukan kecakapan untuk menentukan kapan saat terbaik untuk mengelola, membentuk, mengarahkan dan mengajari anak sehingga dengan begitu si anak bisa menemukan memunculkan potensi dan karakteristik terbaik yang telah ada dalam dirinya.

Bagaimana dengan Anda? Apakah selama ini Anda lebih banyak mengelola atau mengasuh? Masih ada waktu untuk mengubah diri dan mempelajari banyak hal untuk membantu anak kita mengembangkan potensi terbaik dirinya. Segeralah ambil tindakan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: